Ada Pertanyaan?
+62 813-1030-3944

TITIK NOL KM

  • kangusma
  • No Comments

Dari Arah tol dalam kota ketika anda masuk tol Cikampek atau sebaliknya, maka akan kita temukan plang besar bertuliskan KM “0”. Disitulah setiap pengemudi akan menentukan kemana arah tujuan, disepanjang jalan tol Jakarta – Cikampek kita akan melewati plang-plang yang bertuliskan berapa kilometer telah kita tempuh.

Pengemudi akan menentukan di kilometer berapa akan keluar dari jalan tol untuk menuju tujuan yang lebih spesifik.

Saya menganalogikan titik NOL kilometer jalan tol dengan titik NOL kapan ketika kita menentukan tujuan atau visi dalam menempuh kehidupan ini.

Coba bayangkan Ketika kita memasuki jalan tol kemudian kita tidak tahu mau keluar di kilometer berapa atau di pintu tol yang mana, apa yang terjadi anda akan masuk jalan tol dengan sia-sia, menghabiskan waktu, tenaga, bensin, yang tidak jelas untuk apa.
Titik NOL kilometer dalam kehidupan ini adalah ketika kita bisa menetukan VISI untuk apa kita hidup, Ketika kita tidak bisa menentukan titik NOL kilometer dalam kehidupan ini, saya jamin hidup kita akan sia-sia karena ketidak jelasan kehidupan dan tujuan.

Saya tidak bisa bayangkan ketika Malaikat di alam kubur bertanya “Hei…Usmaaaannn, Prestasi apa yang kamu banggakan dimuka bumi ini, sehingga memantaskan Kamu dimasukan kedalam Syurganya Alloh…?” Coba saya harus menjawab apa, atau anda akan menjawab apa ketika pertanyaan itu ditujukan kepada ANDA.. ?

Jadi hidup bukan hanya sekedar hidup, bukan hanya sekedar bekerja, Pulang, tidur, besok kerja lagi,…

Seperti memasuki jalan Tol Jakarta – Cikampek, Visi hidup seyogyanya harus dimiliki oleh setiap orang yang ingin sukses mulia dimuka bumi dan di akhirat nanti ,karena dengan sebuah visi maka setiap langkah anda didunia akan terarah menuju sebuah visi yang abadi yaitu akhirat, bukankah kita selalu berdoa,

“Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina ‘adzaabannar”

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari siksa neraka”. QS. Al Baqoroh 201. Dari konteks doa dalam Alqur’an diatas Maka sebuah visi atau tujuan atau mimpi bukan hanya sekedar bersifat keduiawian, tetapi sebuah visi hidup seseorang diakhiri dengan titik tujuan akhir yaitu akhirat.

Alloh tidak melarang kita untuk punya mimpi atau keinginan duniawi, ingin punya mobil, rumah, perusahaan, jabatan, posisi karir yang bagus atau penghasilan yang tinggi, tetapi semua itu harus dijadikan jembatan untuk meraih visi yang sebenarnya yaitu titik akhir. Sehingga ketika ditanya oleh malaikat alasan kenapa harus masuk syurga kita bisa menjawab tegas dan pede, kemana harta kita dibelanjakan, bagaimana kita menggunakan posisi & jabatan, apakah ilmu kita disebarkan dan apakah selama hidup kita bermafaat untuk orang lain yang ada di sekitar kita ?.

Kesuksesan didunia itu relatif sesuai dengan sudut pandang kita masing-masing tapi akhir dari kesuksesan adalah sama Akherat. Jadi sukseskan diri kita didunia untuk menuju sebuah visi kesuksesan di akherat.

Hari Minggu lalu saya mengikuti training pengembangan diri STC (speak to change ) di Akademi Trainer, sudah lama sekali ingin mengikuti acara ini dan ingin bertemu pak Jamil Azzaini yang menjadi inspirasi saya menemukan Passion sebagai Trainer, tetapi baru kali ini Alloh menghendakinya.

Moment yang tidak akan lupa hari itu, dimana saya bisa mendeklarasikan dihadapan sekitar 100 peserta training sebuah visi hidup, Pertama Di usia 4o tahun nanti saya akan menginspirasi 1000 salesman di Indonesia setiap tahun, Kedua Membantu 1000 Operator alat berat mempunyai sertifikasi setiap tahun dan yang ketiga di usia 50 tahun saya akan mendirikan Pesantren Tahfid bagi orang yang tidak mampu ”.

Dalam materi training pak Jamil Azzaini mengatakan bahwa visi itu sama dengan niat, dalam islam niat yang baik itu sudah berpahala jadi kalau kita sudah bisa menetapkan visi dalam hidup maka kita sudah mempunyai satu pahala, apalagi visi tersebut sudah terwujud pahala akan berlimpah kepada kita.

Visi itu akan mempengaruhi hormon hormon dalam tubuh, mengalir dalam darah dan otak akan selalu berfikir bagaimana cara mewujudkannya sehingga hal-hal yang kreatif muncul dalam otak kita untuk mewujudkan visi tersebut.

Visi harus dideklarasikan kepada Alloh dalam doa dan orang-orang disekitar kita supaya mereka membantu mewujudkan visi kita, orang disekitar kita akan selalu mengingatkan, menegur, memberitahu ketika kita melenceng dari arah visi yang telah kita deklarasikan.

Jadi tentukan segera visi hidup anda hari ini, seperti anda akan memasuki KM “O” jalan tol Jakarta – Cikampek.

Salam

KangUsman / The forklift ways Inspirator

Author: kangusma

Leave a Reply

shares