Ada Pertanyaan?
+62 813-1030-3944

Siapa Menabur Angin, Akan Menuai Badai

  • usman efendi
  • No Comments

Metland Tambun, 05 Februari 2019,

Lucu dan sedih saya menyaksikan kelakukan yang di pertontonkan para pejabat di negri ini dalam meraih simpati rakyat, dalam ajang yang banyak menyebutnya “kontestasi” artinya “Perseteruan”  yang ternyata bukan “Kontes” (perlombaan). dan  banyak istilah  dan bahasa baru yang muncul menambah perbendaharaan kata bahasa indonesia yang negatif, ditambah dengan reaksi dari seluruh warganya yang saling jotos  di medsos dengan kata-kata negatif, saling menghujat dan menghina, Ya Alloh sudah sedemikan parahnya kah keharmonisan bangsa ini. Padahal kita lahir di Indonesia, hidup di Indonesia dan cari makan di Indonesia mari kita bangun secara positif negara Indonesia. ..eh…jadi ikut-ikutan ngomongin politik ..hehehe. Padahal bukan itu yang akan saya tulis, hehehe.

Sebulan ini saya di Jogja belajar riksa uji alat berat lisensi Kemnaker RI, dari mulai belajar undang-undang ketenagakerjaan, keselamatan kerja dan teori tentang energi serta nuklir diajar oleh dosen dari STTN (Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir)- Batan.   Ternyata terorinya sama membahas tentang Hukum kekekalan Energi (HKE) bahwa Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tetapi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan.

Energi adalah daya atau kekuatan untuk melakukan sesuatu, Energi dialam semesta sudah ada sejak lama ribuan tahun yang lalu diciptakan oleh Yang maha Besar Allah SWT, HKE ini berlaku disemua penduduk Alam semesta yang termasuk manusia didalamnya, maka kehidupan manusia pun dipengaruhi oleh HKE, apapun daya atau upaya yang di keluarkan oleh manusia maka tidak akan hilang tetapi berubah bentuk.

Coba renungkan ini,

Anda pernah di putusan tunangan/ pacar, atau ditinggal menikah, dikhianati, diselingkuhi atau disakitin oleh orang lain dengan ucapan, hinaan itu saya alami beberapa tahun  yang lalu.  atau mungkin sebaliknya anda yang pernah menyakiti orang lain..?. Yakinlah bahwa semua itu adalah energi yang anda keluarkan yang pada suatu nanti anda akan menuai sendiri hasil yaang anda tabur.

17 tahun yang lalu hati saya hancur karena gagal dalam sebuah hubungan, menyusul 7 tahun kemudian saya dicampakan oleh seseorang, sungguh pahit hidup ini, seolah olah Alloh tidak berpihak kepada saya, waktu itu saya sangat dendam. ya.. dendam  “Positif”.  Mungkin Inilah pembelajaran  kehidupan buat saya, sabar dan ikhlas itulah skill yang bisa saya kuasai waktu.

Hasil dari dendam positif itu Alhamdulillah saat ini Alloh menganugrahkan Rezeki, keluarga bahagia, dan pasangan hidup yang setia dan solehah, sehingga kami tidak berhenti bersyukur kepada Alloh SWT.

Ternyata Allah maha pembuat Skenario dahsyat, saat itu saya merasa dikecualikan Allah dengan berbagai kesengsaraan hidup atas perlakuan dan pengkhianatan orang,  ternyata Alloh sedang menguji saya. mematahkan harapan ketika saya anggap itu jodoh padahal menurut Alloh itu bukan Jodohmu. Mungkin saat itu Seolah-olah Alloh berkata Kamu harus lewati kesakitan ini dulu baru kamu akan menikmati kebahagian kemudian karena Aku telah siapkan jodohmu, yang kamu ratapi adalah belum tentu baik bagimu, dan ternyata benar terbukti 17 tahun kemudian.

Apa yang terjadi dengan kedua orang yang pernah membuat luka dalam hidup saya…? dibalas sesuai dengan apa yang pernah mereka tabur. dan hari ini  saya sudah move on yang jauh lebih bahagia dibanding mereka.

Dalam buku Kubik Leadership tulisan babeh Jamil Azzaini, energi apapun yang dikeluarkan oleh manusia akan dicairkan dengan dalam bentuk 4TA (tahTA, harTA, KaTA dan cinTA), apapun perilaku anda negatif, atau positif maka akan tetap negatif dan positif, Menanam cabai akan jadi tumbuh cabai, menanam pengkhiatan maka akan dikhianati, berkhianat  kepada orang lain, pasangan, keluarga bahkan  rakyat sekalipun maka energi itu akan dicairkan dengan kita menuainya dalam bentuk 4TA.  4TA (tahTA, harTA, KaTA dan cinTA).

Mari kita berbenah diri untuk melakukan hal-hal yang baik,  supaya 4TA pun akan kita dapat hal yang baik, kurangi menghujat, kurangi berkhianat, berbohong, membual janji-janji yang menyakiti orang lain atau bahkan rakyat, Karena hukum kekekalan energi berlaku buat Anda, saya dan Alam semesta, entah anda seorang agamis atau atheis pun berlaku buat anda.   Karena siapa Menabur Angin Dia Akan Menuai Badai.

KangUsman/The salesman Inspirator/ CEO Khazhen Training/

Author: usman efendi

Leave a Reply

shares